Penyebab Kanker Payudara

Penyebab Kanker Payudara dan Tips Penaggulangan nya

Penyebab Kanker payudara jadi momok dan salah satunya pemicu kematian yang tertinggi pada wanita. Tetapi, ada cara penjagaan yang dapat dikerjakan yaitu dengan mendeteksi dini kanker payudara.

Baca Juga: Cara Mengatasi Mata Kering

Kanker payudara adalah salah satunya pemicu kematian paling besar pada wanita. Kanker payudara bukan hanya bisa dialami wanita namun dapat berlangsung pada pria.

Tanda-tanda

  • Terasa tonjolan di payudara dan kerap kali tidak terasa ngilu.
  • Terdapat perombakan struktur kulit payudara. Kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk.
  • Perhatikan bila ada cedera di bagian payudara yang tidak pulih
  • Keluar cairan dari puting.
  • Terdapat cengkungan atau tarikan di kulit payudara

Penting! Tanda-tanda kanker payudara dapat dideteksi sendiri dengan lakukan SADARI (Check Payudara Sendiri).

Factor Risiko kanker payudara

Menurut Cancer.org, yang berefek terserang kanker payudara, diantaranya:

  • Haid pertama pada umur di bawah 12 tahun
  • Wanita yang tidak menikah
  • Tidak menyusui
  • Ada kisah kanker dalam keluarga
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal dan atau mendapatkan therapy hormonal dalam saat yang lumayan lama
  • Wanita yang alami depresi berat
  • Wanita menikah tapi tidak mempunyai anak
  • Menopause pada umur lebih dari dari 55 tahun
  • Konsumsi lemak dan alkohol secara berlebihan
  • Melahirkan anak sulung umur 30 tahun
  • Pernah operasi tumor jinak payudara
  • Perokok aktif dan pasif

Diagnosis Dari Penyebab Kanker Payudara

Bia dikerjakan dengan SADARI (Pengecekan Payudara SENDIRI) dan SADANIS (Pengecekan Payudara KLINIS). Mempunyai tujuan untuk mendapati tonjolan dan pertanda lain pada payudara sedini kemungkinan agar dikerjakan perlakuan secepetnya.

Sekecil apa saja tonjolan yang diketemukan selekasnya tanyakan diri Anda ke Dokter. Tunda bermakna memberikan peluang sel kanker berkembang dan kurangi peluang untuk pulih.

Kecuali beberapa faktor resiko di atas, ada pula beberapa faktor resiko yang sesungguhnya bisa dijauhi. Kamu dapat menahan kanker payudara dengan menghindar beberapa faktor itu. Berikut langkah menahan kanker payudara dengan alamiah yang Liputan6.com kumpulkan dari bermacam sumber, Selasa (18/12/2018).

  1. Jaga berat tubuh masih bagus

Langkah menahan kanker payudara yang pertama ialah jaga berat tubuh masih bagus. Berat tubuh kuat hubungannya dengan resiko kanker payudara. Wanita yang alami kegemukan sesudah periode menopause mempunyai resiko terserang kanker payudara 20 – 40 % semakin tinggi dibandingkan yang memiliki berat tubuh normal.

Perombakan berat tubuh dan waktu berlangsungnya peningkatan berat tubuh ini diperhitungkan terkait dengan kondisi hormon estrogen dan insulin pada tubuh. Menyaksikan resiko ini, jaga berat tubuh masih bagus adalah langkah menahan kanker payudara yang bisa kamu kerjakan.

  1. Prioritaskan makanan sehat

Langkah menahan kanker payudara seterusnya dengan memprioritaskan makan sehat. Skema makan sehat dengan memprioritaskan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan terhitung kacang kedelai, minyak sehat, dan anti-oksidan yang tinggi, bisa menolong kurangi resiko kanker payudara. Wanita yang telah terserang kanker payudara juga hidupnya bisa lebih bermutu, bila menghindar makanan banyak mengandung lemak. Daging berlemak, sosis, cream, margarin, mentega, dan minyak ialah bermacam tipe makanan yang perlu dijauhi selaku usaha penjagaan kanker payudara.

  1. Teratur olahraga

Langkah menahan kanker payudara yang lain ialah teratur olahraga. Aktif secara fisik bisa turunkan resiko kanker payudara. Kebalikannya, resiko kanker payudara bertambah pada wanita yang telah sekian tahun tak pernah memproses fisiknya kembali. Standard untuk lakukan olahraga intensif sedang (seperti naik sepeda dan jalan cepat) ialah sepanjang 2 jam 30 menit per minggu.

  1. Hentikan rutinitas merokok

Langkah menahan kanker payudara setelah itu hentikan rutinitas merokok. Kamu yang pernah jadi perokok saja masih mempunyai resiko terserang kanker payudara sejumlah 6-9 % semakin tinggi dibanding mereka yang tak pernah merokok sama sekalipun. Keadaan yang tambah jelek dapat kamu rasakan bila masih aktif merokok, yakni 7-13 % lebih beresiko untuk terserang kanker payudara.

  1. Batasi minuman mengandung alkohol

Langkah menahan kanker payudara yang lain ialah batasi minuman mengandung alkohol. Konsumsi minuman mengandung alkohol segelas setiap hari bisa tingkatkan resiko terserang kanker payudara sejumlah 7-12 %. Kekuatan terserang kanker payudara makin lebih tinggi bila biasa minuman mengandung alkohol lebih dari satu gelas setiap hari. Ini bisa muncul karena ada hubungan di antara tingkat alkohol dengan perombakan jumlah hormon pada darah. Karenanya, kurangi konsumsi alkohol adalah salah satunya langkah menahan kanker payudara. Bahkan juga bila memungkinkannya, dianjurkan untuk menghentikannya sama sekalipun.

  1. Menyusui bayi dengan teratur

Langkah menahan kanker payudara untuk yang telah menikah dan punyai bayi ialah menyusui dengan teratur. Menyusui bayi bisa menolong turunkan resiko kanker payudara sampai 22 %. Selama ini belum tahu tentu kenapa menyusui bisa menahan kanker payudara. Tetapi, diperhitungkan menyusui bisa menolong kesetimbangan hormon, menahan paparan zat penyebab kanker, dan menghindar kerusakan sel payudara.

  1. Batasi therapy hormon

Langkah menahan kanker payudara setelah itu batasi therapy hormon. Therapy hormon biasa dikerjakan wanita berkaitan dengan periode menopause. Therapy memakai hormon estrogen dan progesteron ini umumnya memiliki sifat periode panjang. Oleh karena itu, therapy ini beresiko tingkatkan kanker payudara. Jika kamu betul-betul memerlukan therapy hormon, tanyakan ke dokter supaya kandungan hormon itu bisa dikurangi.

  1. Jauhi terserang paparan radiasi

Langkah menahan kanker payudara yang lain ialah menghindar terserang paparan radiasi. Ada banyak hal yang kemungkinan membuat kamu terkena radiasi tingkat tinggi, misalkan jalani pengecekan CT scan, bekerja di sarana kesehatan yang memakai radiasi, dan terkena asap motor atau beberapa bahan kimia. Jadi, jagalah diri kamu dari paparan itu dan jauhi semaksimal kemungkinan.

SADARI (Check Payudara Sendiri)

Berikut tata langkah lakukan SADARA, diantaranya:

  1. Amati dengan cermat payudara Anda dari muka cermin. Tiada kenakan pakaian dengan ke-2 tangan diangkat ke atas kepala. Lihat jika ada tonjolan, perombakan wujud di kulit dan puting, dan payudara keseluruhannya. Perhatikan dengan cermat. Anda sendiri yang lebih mengenali badan Anda.
  2. Rapatkanlah telapak tangan dengan kuat hingga payudara mencolok di depan dan perhatikan kembali lagi adakah tonjolan. Kulit mengerut seperti kulit jeruk atau cengkungan seperti lesung pipi dan puting susu yang ketarik ke dalam.
  3. Pencet dan urutlah pelan-pelan wilayah di seputar putting sampai menuju ujung puting dan amatilah apa keluar cairan yang tidak normal. Seperti kekuning-kuningan yang kadang bersatu darah seperti nanah. Pada wanita menyususi, bedakan dengan ASI.
  4. Pada status tiduran tempatkan bantal ada di belakang punggung. Tangan kanan ditempatkan ada di belakang kepala dan pakai tangan kiri untuk mengecek payudara samping kanan.
  5. Cara meraba: rabalah dengan ujung dari 3 jemari tengah yang dirapatkan. Kerjakan pergerakan memutar dengan desakan halus tapi antap, diawali pada tepi luar sampai ke putting dengan mengikut arah perputaran jarum jam.
  6. lakukan hal sama sama dalam gambar 4 dan 5, tapi dengan tangan kiri di bawah kepala, sedang tangan kanan meraba payudara kiri Anda.
  7. Berilah perhatian spesial pada beberapa bagian yang dikasih merah seperti ditujukkan pada gambar di atas karena disanalah yang kerap diketemukan tumor payudara.

Mari kerjakan SADARI (Check Payudara Sendiri) tiap hari ke 7 sampai 10, dihitung dimulai dari hari awal haid/menstruasi atau tiap bulan pada tanggal yang serupa untuk yang telah menopause/tidak tiba haid.

SADANIS (Pengecekan Payudara Klinis)

Sesudah lakukan SADARI dan kamu berasa ada pertanda, selekasnya kerjakan SADANIS. Pengecekan payudara medis bisa dikerjakan dalam tempat sarana kesehatan yang mempunyai alat pendukung radiologi seperti USG dan MRI.